exclusivemails.net

Public Speaking: Kenapa Takut?1 comment

By romeltea
Posted on 14 May 2009 at 11:52am

public-speaking2BETAPA banyak orang tidak berani tampil berbicara di depan umum. Bahkan banyak orang paham sesuatu, tapi saat diminta tampil menyampaikan pemahamannya di depan banyak orang, ia menolak –merasa tidak mampu, takut, bahkan tidak tahu bagaimana mengatakannya. Salah satu survei membuktikan: berbicara di depan umum merupakan hal paling menakutkan — takut mati di posisi dua dan takut digigit ular di posisi ketiga!

Christine Stuart dalam bukunya, Effective Speaking, mengutip hasil survei di Amerika Serikat terhadap 3.000 orang dewasa. Mereka diminta menuliskan 10 hal yang paling menakutkan (ten worst fears). Hasilnya, berbicara di depan umum menempati urutan pertama –bahkan mengatasi takut pailit dan mati!

Mengapa banyak orang takut berbicara di depan umum? “Takut salah omong, takut lupa apa yang mau diomongin, selalu gugup, dan bingung memulainya” itulah jawaban para peserta diklat Yayasan Bahtera ketika saya mempersilakan mereka menyampaikan hambatan atau masalah yang mereka hadapi dalam PS.

Para ahli mengemukakan, alasan utama orang takut pidato antara lain:
1. Unfamiliar Situation, tidak familiar dengan situasi. Hadirin yang dihadapinya orang-orang yang baru dikenal atau bahkan tidak dikenal sama sekali.
2. Lack of Confidence, kurang percaya diri. Hilangnya rasa PD sering terjadi akibat merasa ada orang lain yang lebih baik atau lebih tahu/paham tentang topik yang akan dibicarakan.
3. Sense of Isolation, merasa terasing atau terpencilkan. Pembicara itu sendirian di depan, jadi pusat perhatian, dan mudah diserang atau dikecam –diam-diam dalam hati atau terang-terangan.
4. Self-Consciousness, kesadaran sendiri atau “tahu diri” punya kekurangan –dalam hal logat, tata bahasa, suara, dan citra dirinya secara umum.
5. Fear of looking Foolish, takut terlihat bodoh. Ia mungkin khawatir akan lupa yang harus dikatakan, takut salah ucap, takut salah menilai sesuati, dan sebagainya.
6. Fear of the Consequences, takut konsekuensinya, semisal “dinilai” oleh hadirin dan dicap sebagai “a poor public presentation”, pembicara yang payah.

Rasa gugup (nerves) mempengaruhi fisik –meningkatkan detak jantung dan pernafasan, adrenaline, reaksi terlalu cepat, dan peningkatan tensi pada area bahu dan leher. Perubahan pada tubuh itu berdampak pada suara, menjadikannya bergetar, atau bicara terputus-putus karena pernafasan yang terlalu cepat.

Bagaimana mengatasi rasa takut tersebut? Next time, insya Allah, saya lanjutkan. Stay tuned…! (Anggap aja lagi siaran). Wasalam. (www.romeltea.com/Sumber: www.infosec-technologies.com, www.dunfermlinepress.com).*

Read also
Advertisement

1 Comment

  1. drgDONDY said on 2009-05-15T08:36:12+07:000000001231200905 at 8:36 AM

    yeeeeeeee bersambung ternyata

Tulis Komentar

Copyright © 2008-2010 Romeltea Magazine All Rights Reserved. Boleh Kutip & Copas dengan Menyebutkan Sumber www.romeltea.com